Jendela Informasi MICE, Concert & Special Event Indonesia

Liputan Khusus : Shanghai Pet Fair Asia 2026

Membaca Arah Baru Industri Pet Asia dan Peluang Pengembangan Bisnis Hewan Kesayangan Indonesia

EXHIBITION & CONFERENCEEXHIBITION & CONFERECESEVENT

drh. Eko Prasetio

8/22/20265 min baca

Shanghai, China — Perkembangan industri hewan kesayangan di kawasan Asia menunjukkan dinamika yang semakin kuat. Hal tersebut terlihat dari penyelenggaraan 28th Pet Fair Asia 2026 di Shanghai New International Expo Centre (SNIEC), Shanghai, China, yang berlangsung pada 19–23 Agustus 2026.

Pet Fair Asia tahun ini menjadi salah satu momentum penting bagi pelaku industri pet untuk melihat perkembangan teknologi, produk, inovasi, hingga pola bisnis yang berkembang di pasar Asia dan global.

Dengan luas area pameran mencapai lebih dari 320.000 meter persegi, menghadirkan lebih dari 2.600 exhibitor, serta menargetkan lebih dari 130.000 trade visitors, Pet Fair Asia 2026 menjadi salah satu perhelatan terbesar industri hewan kesayangan di kawasan Asia Pasifik.

Pameran ini tidak hanya menampilkan produk pet food dan pet supplies, tetapi juga memperlihatkan semakin luasnya ekosistem industri hewan kesayangan, mulai dari nutrisi, kesehatan hewan, veterinary products, accessories, grooming, teknologi, hingga solusi gaya hidup manusia dan hewan kesayangan.

Delegasi Indonesia dan Misi Membuka Wawasan Industri Pet

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi dari Indonesia turut hadir untuk melihat secara langsung perkembangan industri pet di China dan membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder industri.

Delegasi dari Jakarta terdiri atas:

drh. Eko Prasetio, General Marketing Manager PT CAMUSA;

Muhammad Tengku Laras, entrepreneur muda dari Laras Group; serta

Mohammad Ichwan Sofwan, General Manager PT Songolas Exhibition Services / Jakarta Pet Expo

Kehadiran delegasi Indonesia tersebut tidak hanya diarahkan untuk melihat produk-produk baru yang ditawarkan di pasar China, tetapi juga memahami bagaimana sebuah industri dibangun melalui jejaring bisnis, inovasi, teknologi, distribusi, manufaktur, dan hubungan jangka panjang antarpelaku usaha.

Bagi drh. Eko Prasetio, yang memiliki latar belakang sebagai dokter hewan sekaligus berkecimpung dalam pengembangan bisnis, Pet Fair Asia memberikan perspektif yang lebih luas mengenai bagaimana industri hewan kesayangan berkembang dengan sangat cepat.

“Semakin kita mendalami dunia pet business, semakin kita menyadari bahwa industri ini bukan hanya tentang produk. Di dalamnya ada teknologi, kesehatan hewan, nutrisi, manufaktur, distribusi, edukasi, pelayanan, hingga perubahan perilaku masyarakat terhadap hewan kesayangan,” ujarnya dalam refleksi atas kunjungan tersebut.

Pet Industry Bergerak Menuju Ekosistem yang Semakin Terintegrasi

Salah satu hal yang menarik dari Pet Fair Asia 2026 adalah semakin kuatnya integrasi antara produk pet dengan teknologi, lifestyle, kesehatan, dan kebutuhan manusia modern.

Penyelenggara mencatat bahwa Pet Fair Asia 2026 menghadirkan berbagai kategori industri, termasuk pet food, supplies, accessories, grooming, healthcare, veterinary solutions, teknologi, hingga berbagai layanan yang berkaitan dengan kehidupan manusia bersama hewan kesayangan.

Bahkan pada tahun ini terdapat area khusus Pet Fair Asia Veterinary yang menempati dua hall dengan luas sekitar 35.000 meter persegi dan menampilkan inovasi dalam bidang pet medicine dan animal health. Sementara Pet Fair Asia Supply memperluas fokus pada rantai pasok industri pet dengan lebih dari 900 exhibitor.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri pet tidak lagi dapat dilihat sebagai bisnis yang berdiri sendiri. Industri ini semakin menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung antara produsen, distributor, retailer, dokter hewan, pet owner, teknologi, hingga penyedia jasa pendukung.

China sebagai Laboratorium Pertumbuhan Industri Pet

China menjadi salah satu pasar yang menarik untuk dipelajari karena pertumbuhan industri pet di negara tersebut berjalan seiring dengan perkembangan kelas menengah, urbanisasi, teknologi, serta perubahan cara masyarakat memperlakukan hewan kesayangan.

Pet Fair Asia sendiri telah berkembang sejak 1997 dan menurut penyelenggara terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Pada edisi 2026, pameran mencapai skala terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya.

Yang menarik, produk yang dipamerkan tidak hanya berkutat pada kebutuhan dasar hewan. Teknologi smart pet, functional nutrition, fresh pet food, pet fashion, travel solutions, hingga konsep human–pet co-living menjadi bagian dari tren yang mendapat perhatian.

Bagi pelaku industri Indonesia, kondisi tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran penting.

Pertumbuhan industri pet bukan hanya persoalan meningkatkan jumlah produk yang tersedia di pasar. Lebih dari itu, diperlukan kemampuan membaca kebutuhan konsumen, memahami perubahan gaya hidup, meningkatkan kualitas produk, membangun kepercayaan, serta menciptakan layanan yang mampu memberikan nilai tambah bagi pet owner.

Expo Berakhir, Hubungan Bisnis Justru Dimulai

Bagi delegasi Indonesia, kunjungan ke Pet Fair Asia tidak berhenti pada aktivitas melihat booth dan bertukar kartu nama. Pertemuan dengan berbagai stakeholder menjadi pintu masuk untuk membangun komunikasi yang lebih panjang.

Dalam perspektif bisnis, sebuah expo hanya menyediakan ruang untuk mempertemukan banyak pihak. Nilai sesungguhnya baru akan terlihat setelah pameran berakhir—ketika komunikasi dilanjutkan, sampel diuji, kualitas diverifikasi, peluang kerja sama dikaji, dan kepercayaan mulai dibangun.

“Hubungan bisnis tidak berakhir ketika expo selesai. Justru setelah event selesai, proses yang sebenarnya dimulai,” kata Eko.

Pandangan tersebut menjadi penting karena industri pet membutuhkan hubungan bisnis yang dibangun atas dasar integritas, komitmen, kualitas, dan konsistensi. Kerja sama yang sehat bukan hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang saling menguntungkan dalam jangka panjang.

Membawa Pulang Pengetahuan untuk Indonesia

Rangkaian perjalanan delegasi Indonesia tidak berhenti di Shanghai. Agenda berikutnya membawa delegasi menuju sejumlah wilayah di China, termasuk Xingtai, Guangzhou, Dongguan, dan Shenzhen, untuk bertemu dengan pelaku usaha serta melihat lebih dekat lingkungan industri dan proses produksi.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bagaimana produk dikembangkan dari sisi manufaktur, bagaimana quality control diterapkan, bagaimana rantai pasok bekerja, serta bagaimana hubungan antara produsen dan pasar dibangun.

Bagi Indonesia, pembelajaran semacam ini menjadi semakin relevan karena pasar hewan kesayangan domestik juga terus berkembang. Pertumbuhan tersebut membutuhkan pelaku industri yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki visi untuk meningkatkan standar bisnis dan pelayanan kepada masyarakat pecinta hewan.

Selain sebagai dokter hewan yang juga sebagai Pet Integrated Bussines Consultant ( dengan akun Ig : eko DVM), Eko melihat perkembangan tersebut dari dua sisi: kesehatan dan kesejahteraan hewan serta keberlanjutan bisnis.

Keduanya tidak seharusnya berjalan berlawanan.

Industri yang sehat seharusnya mampu menghasilkan produk dan layanan yang memberikan manfaat bagi hewan, pet owner, tenaga profesional, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Growth Mindset untuk Industri Pet Indonesia

Pengalaman mengikuti Pet Fair Asia 2026 memberikan satu kesadaran penting bagi delegasi Indonesia: perubahan industri berjalan sangat cepat.

Teknologi berkembang. Preferensi konsumen berubah. Produk semakin beragam. Persaingan semakin terbuka. Karena itu, pelaku industri perlu memiliki growth mindset—kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan berkembang.

Bukan sekadar mengejar apa yang sedang menjadi tren, tetapi memahami alasan di balik perubahan tersebut dan menentukan bagaimana Indonesia dapat mengambil peran.

“Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Apa yang kita lihat hari ini harus menjadi bahan untuk memperbaiki apa yang bisa kita lakukan besok,” demikian refleksi Eko.

Menurutnya, peluang bisnis yang muncul dari perjalanan ini hanyalah salah satu bagian dari manfaat yang dapat diperoleh. Yang lebih penting adalah terbukanya peluang untuk membangun jejaring, bertukar pengetahuan, meningkatkan kualitas industri, dan pada akhirnya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat pecinta hewan kesayangan di Indonesia.

Dari Bisnis Menuju Manfaat

Pet Fair Asia 2026 akhirnya bukan hanya menjadi sebuah pameran bagi delegasi Indonesia. Event ini menjadi ruang pembelajaran mengenai bagaimana sebuah industri dapat tumbuh melalui inovasi, kolaborasi, profesionalisme, dan hubungan antarpelaku usaha.

Bagi Indonesia, momentum seperti ini dapat menjadi bagian dari proses untuk membangun industri pet yang semakin matang dan berdaya saing. Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah industri tidak hanya diukur dari besarnya nilai transaksi atau jumlah produk yang terjual.

Lebih jauh, keberhasilan dapat dilihat dari seberapa besar industri tersebut mampu menciptakan nilai, manfaat, lapangan usaha, peningkatan kualitas layanan, serta kontribusi positif bagi masyarakat. Dengan semangat tersebut, perjalanan delegasi Indonesia di China menjadi bagian dari upaya kecil untuk terus belajar dan membawa pulang perspektif baru.

Expo boleh berakhir. Perjalanan bisnis boleh berpindah kota. Namun proses belajar, membangun kepercayaan, dan menciptakan manfaat seharusnya tidak pernah berhenti.

Dan dari Shanghai, pesan yang dibawa pulang sederhana:

Pet business Indonesia memiliki masa depan yang besar—jika para pelakunya mau terus belajar, tumbuh bersama, menjaga integritas, dan menghadirkan kebaikan bagi industri serta generasi yang akan datang.

© 2026 micehub.id All rights reserved.