Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia
Paper Chain Expo 2026 Jadi Ajang Kemitraan Lintas Negara
PRESS RELEASE
Nadiah Haura
8/25/20264 min baca
JAKARTA, Indonesia, 24 Agustus 2026 - Sebagai perekonomian terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi strategis dalam industri pulp dan kertas global, dimana Indonesia termasuk dalam enam besar produsen kertas terbesar dunia.
Kontribusi industri ini terhadap perekonomian nasional pun mencapai miliaran dolar Amerika Serikat setiap tahunnya. Berdasarkan data Kementerian Perindustrian 2025, industri kertas, barang kertas, dan percetakan berkontribusi sebesar 3,73 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. Pada tahun yang sama, nilai ekspor pulp mencapai US$3,60 miliar dan ekspor kertas mencapai US$4,57 miliar, sementara industri ini menyerap lebih dari 280 ribu tenaga kerja langsung dan sekitar 1,2 juta tenaga kerja tidak langsung.
Di tengah perkembangan tersebut, kebutuhan terhadap teknologi produksi yang lebih efisien, inovasi, serta solusi yang mendukung keberlanjutan terus meningkat dan hal ini mendorong tersedianya platform dalam mempertemukan pelaku industri dengan penyedia teknologi, pemasok, buyer, dan mitra bisnis dari berbagai negara.
Menjawab kebutuhan tersebut, Indonesia International Paper Chain Industry Exhibition (Paper Chain Expo) 2026 akan hadir kembali di Indonesia pada 27 - 29 Agustus 2026 mendatang. Paper Chain Expo 2026 diselenggarakan oleh China National Chemical Information Center (CNCIC) bersama Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), dengan Maison Events Indo sebagai Official Local Partner di Indonesia, serta dukungan Vietnam Pulp and Paper Association (VPPA), Pulp Molding Packaging Professional Committee of China Packaging Federation (PMPPCCPF), dan EP Paper Industrial Professional Committee (EPPIPC).
Sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia, industri kertas nasional kini dituntut untuk terus memperkuat inovasi produk, efisiensi operasional, dan praktik produksi berkelanjutan demi mempertahankan daya saing global.
Paper Chain 2026 hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan menjadi titik temu strategis antara penyedia teknologi dan para pelaku industri pulp, kertas, serta converting di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Suhendra Wiriadinata, menegaskan pentingnya kolaborasi teknologi bagi masa depan sektor ini.
“Fondasi industri pulp dan kertas Indonesia sudah sangat kuat, namun pekerjaan rumah kita berikutnya adalah meningkatkan nilai tambah melalui adopsi teknologi baru dan proses yang lebih efisien. APKI mendukung penuh Paper Chain 2026 sebagai ruang konkret bagi para pelaku industri untuk menemukan solusi operasional, menjalin kolaborasi strategis, dan memperkuat daya saing manufaktur kita ke depan," ujar Suhendra.
Penyelenggaraan ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari kerja sama jangka panjang Indonesia dan Tiongkok di sektor pulp dan kertas. Sejak 2023, CNCIC dan APKI telah menjalankan China-Indonesia Paper Industry Deep Cooperation Mechanism untuk mendorong perdagangan, pertukaran teknologi, dan kolaborasi industri kedua negara di sektor pulp, kertas, dan produk berbasis kertas. Hubungan perdagangan yang kuat antara kedua negara semakin menegaskan relevansi kerja sama tersebut dengan sekitar 75 persen pulp pada 2024 yang diekspor ke Tiongkok.
Dalam kerangka itulah Paper Chain Expo hadir sebagai flagship platform yang menghubungkan sumber daya industri dari Indonesia, Tiongkok, Vietnam, Rusia, India, hingga Timur Tengah. Selama tiga hari penyelenggaraan, Paper Chain Expo 2026 akan menghadirkan lebih dari 67 exhibitor dari berbagai negara yang membawa teknologi, material, peralatan produksi, dan solusi pendukung industri. Pameran mencakup lima kategori utama, yaitu bahan kimia untuk pembuatan kertas dan kemasan; mesin pulp dan kertas serta peralatan pulp molding; peralatan tissue paper dan manufaktur cerdas; kemasan ramah lingkungan, tissue paper, dan produk turunannya; serta produk dan teknologi pengolahan air limbah industri kertas.
Paper Chain Expo 2026 merupakan ajang yang mempertemukan para pemilik bisnis, asosiasi industri, dan pemangku kepentingan di rantai pasok industri pulp, kertas, dan kemasan, sekaligus menjadi platform untuk berdiskusi dan mencari solusi atas berbagai isu industri melalui beragam forum bisnis. Pameran ini diselenggarakan secara co-located bersama PACKID, We Pack Southeast Asia, dan Bakery Asean, menghadirkan solusi industri kertas dan kemasan dari hulu hingga hilir dalam satu atap. Selain itu, expo ini juga menghadirkan sistem business matching, group visit ke pabrik kertas, dan factory tour di Indonesia.
Daftarkan diri Anda sekarang dan nikmati akses masuk GRATIS ke Paper Chain Expo 2026 di
_____________________________
Tentang Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) - Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) merupakan asosiasi industri nasional yang mewadahi sektor pulp dan kertas di Indonesia. Didirikan pada 5 April 1969, APKI memfasilitasi dan memperjuangkan kepentingan 113 perusahaan anggota inti, serta berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam konsultasi industri dan penyelesaian berbagai persoalan sektor terkait. Sebagai salah satu penggerak utama perkembangan industri pulp dan kertas di Asia Tenggara, APKI memiliki jaringan yang kuat dalam rantai nilai industri kertas dan kemasan domestik Indonesia, sekaligus menjadi jembatan penting dalam mendorong kerja sama industri kertas antara Indonesia dan Tiongkok.
Tentang China National Chemical Information Center (CNCIC) China National Chemical Information Center (CNCIC) didirikan pada 1992 melalui penggabungan Scientific and Technical Information Research Institute of the Ministry of Chemical Industry, yang berdiri pada 1959, dan Economic Information Center of the Ministry of Chemical Industry, yang didirikan pada 1984. Dengan pengalaman pengembangan selama lebih dari 60 tahun, CNCIC telah berkembang menjadi lembaga terkemuka yang menyediakan layanan riset terpadu, konsultasi, dan pemasaran di industri kimia. Sejak 2021, CNCIC berfokus pada empat sektor utama material hijau, yaitu material berbasis bio, material berbasis kertas, pulp kayu, dan pulp bambu, serta teknologi dan layanan pengolahan air ramah lingkungan. Melalui keterlibatan yang erat dengan otoritas pemerintah, lembaga penelitian, asosiasi industri, produsen, saluran distribusi, dan konsumen akhir, CNCIC membangun BDM Environmental Protection Materials and Products Service Platform (BDM PLUS).
Platform ini menyediakan delapan modul layanan terpadu, meliputi pameran profesional, konferensi tematik, riset dan konsultasi, penyusunan standar kelompok, berbagi pengetahuan secara daring, penghargaan industri, pencocokan sumber daya, serta promosi melalui media. PRESS RELEASE Indonesia's Pulp and Paper Industry Goes Global, Paper Chain Expo
