Jendela Informasi MICE, Concert & Special Event Indonesia

Bakery ASEAN 2026 Resmi Dibuka di Jakarta

Hadirkan Akses B2B bagi Buyers Industri Bakery ASEAN

EXHIBITION & CONFERECES

Nadiah Haura

8/27/20264 min baca

JAKARTA - Bakery ASEAN 2026 resmi dibuka pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Pameran perdana ini mempertemukan buyers profesional, distributor, jaringan bakery, supermarket, hotel, restoran, hingga pelaku rantai pasok foodservice dengan ratusan perusahaan dan inovasi industri bakery dari Asia.

Mengusung tema “Joining Forces in ASEAN’s Emerging Bakery Market and Embarking Together on a New Journey for Chinese Brands Going Global”, Bakery ASEAN 2026 menjadi langkah strategis Bakery China untuk memperluas konektivitas industri bakery Tiongkok dengan pasar Indonesia dan Asia Tenggara.

Bagi buyers, pameran ini menjadi titik temu yang relevan untuk mencari pemasok, membandingkan solusi, dan membuka peluang kerja sama bisnis secara langsung. Mulai dari bahan baku, filling, kemasan, peralatan baking, teknologi produksi, logistik rantai dingin, hingga solusi operasional toko bakery, seluruh kebutuhan rantai industri tersedia dalam satu platform B2B.

Bakery ASEAN 2026 merupakan inisiatif ekspansi luar negeri pertama Bakery China dalam 28 tahun perjalanannya. Pengalaman industri, sumber daya, keahlian teknologi, serta kekuatan merek yang dibangun industri bakery Tiongkok selama hampir tiga dekade dibawa untuk menjawab peluang pertumbuhan pasar Asia Tenggara.

“Edisi perdana Bakery ASEAN akan memperkuat kerja sama regional dan membuka potensi besar industri bakery di Asia Tenggara. Didukung jangkauan global dan pengalaman industri Bakery China, kami berkomitmen menghadirkan platform bermutu tinggi yang mendorong perdagangan, inovasi, dan transfer pengetahuan,” ujar Zhang Jiukui, President of China Association of Bakery & Confectionery Industry.

Upacara pembukaan dihadiri oleh sejumlah perwakilan pemerintah, asosiasi, dan pemangku kepentingan industri dari Tiongkok serta Indonesia. Di antaranya Wakil Ketua China National Light Industry Council sekaligus Presiden China Association of Bakery and Confectionery Industry, Zhang Jiukui; Chairman dan General Manager Reed Sinopharm Exhibitions, Li Chao; Wakil Ketua sekaligus Sekretaris Jenderal China Association of Bakery and Confectionery Industry, Zhang Shuai; serta First Secretary Economic and Commercial Section Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia, Geng Jian Zhong.

Turut hadir Chairman Indonesian Tourism Industry Association, Hariyadi B.S. Sukamdani; President Indonesia Pastry Alliance, Rahmat Kusnedi; Chairwoman Indonesian Hotel & Restaurant Suppliers Association (GPHRI), Cakra Putra Leo; Vice President China Association of Bakery and Confectionery Industry, Yang Mu Mei, Miao Zhu Qun, dan Dai Shu Qing; serta Assistant President China Association of Bakery and Confectionery Industry sekaligus Managing Director Bakery China, Lin Li.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai momentum baru bagi industri bakery Tiongkok, dari sekadar ekspor produk menuju upaya membangun merek dan kemitraan bisnis yang lebih kuat di pasar internasional.

Indonesia sebagai Gerbang Ekspansi ke ASEAN

Indonesia dipilih sebagai negara pertama penyelenggaraan Bakery ASEAN karena dinilai memiliki posisi strategis dalam hubungan ekonomi dan perdagangan dengan Tiongkok. Pertumbuhan pasar, keselarasan kebijakan bilateral, serta potensi kolaborasi lintas negara menjadi fondasi untuk menghubungkan industri bakery Tiongkok dengan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Seiring menguatnya kerja sama kedua negara, peluang berbagi sumber daya, pengembangan pasar, dan kemitraan industri juga semakin terbuka. Kondisi ini menjadikan Indonesia bukan hanya sebagai pasar potensial, tetapi juga gerbang bagi ekspansi bisnis ke kawasan ASEAN.

“Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan yang sangat menarik bagi industri bakery dan konfeksioneri. Kami menghadirkan sebuah platform perdagangan dan bisnis berstandar internasional di Indonesia,” kata Lin Li, Managing Director Beijing Bakerui Exhibition Service Co., Ltd.

Ratusan Perusahaan, Lebih dari 100 Merek Tiongkok

Bakery ASEAN 2026 mempertemukan pelaku industri dari Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, serta sejumlah negara dan wilayah lainnya. Ratusan perusahaan hadir membawa produk serta teknologi terbaru, termasuk lebih dari 100 merek ternama asal Tiongkok.

Ruang lingkup pameran mencakup berbagai sektor dari hulu hingga hilir, seperti bahan baku dan pengolahan, filling, desain dan material kemasan, peralatan berteknologi maju, cold chain logistics, serta solusi digital untuk operasional toko bakery.

Kelengkapan tersebut membuat Bakery ASEAN 2026 relevan bagi pelaku usaha yang sedang mencari bahan dan produk baru, meningkatkan konsistensi produksi, mengoptimalkan biaya, menambah kanal distribusi, atau membangun model bisnis bakery yang lebih modern dan scalable.

Pada hari pertama, buyers profesional dari negara-negara ASEAN dan berbagai wilayah lainnya terlihat aktif mengadakan pertemuan dengan peserta pameran. Interaksi ini memperlihatkan besarnya peluang kolaborasi antara pemasok, distributor, brand owner, jaringan bakery, dan pelaku foodservice di kawasan.

Program Pendukung: Dari Forum Industri hingga Business Matchmaking

Selain area pameran, Bakery ASEAN 2026 menghadirkan rangkaian program yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan mempercepat koneksi bisnis peserta.

ASEAN Bakery Industry Summit pada hari pertama mengangkat tema “The Next Bakery Frontier: Why Indonesia is Ready for Central Kitchen, Frozen Dough and Modern Bakery Chains - From Booth to Business: How Chinese Bakery & Packaging Brands Can Win Indonesia”.

Forum tersebut membahas topik yang dekat dengan kebutuhan industri saat ini, mulai dari kepatuhan dan sertifikasi, optimalisasi rantai pasok, perluasan kanal distribusi, inovasi produk, hingga pertukaran pengetahuan dan teknologi.

World Baking Champion Class juga menghadirkan juara baking dunia dan chef dari restoran berbintang Michelin untuk mendemonstrasikan keterampilan secara langsung di area pameran. Sementara itu, Traditional Pastry & Fondant Cake Decoration Competition serta seleksi nasional Indonesia untuk World Beverage Master Championship turut melengkapi agenda pameran.

Bagi buyers dan pelaku usaha, sesi presentasi produk baru serta business matchmaking menjadi kesempatan untuk berdialog langsung dengan calon pemasok dan mitra bisnis, menjajaki kolaborasi, serta membangun hubungan jangka panjang.

Menjawab Kebutuhan Pasar dengan Kapasitas Industri

Pertumbuhan pasar bakery ASEAN berjalan seiring dengan kebutuhan akan variasi produk, teknologi, peralatan, dan inovasi yang lebih luas. Di sisi lain, industri bakery Tiongkok telah membangun ekosistem yang mencakup pengembangan bahan baku dan pengolahan, peralatan canggih, desain kemasan, hingga solusi digital untuk operasional toko bakery.

Kapasitas tersebut memberikan keunggulan dalam produksi, pengendalian biaya, inovasi teknologi, dan pengelolaan merek. Bakery ASEAN 2026 dirancang untuk menciptakan jalur yang lebih efektif antara pemasok berkualitas dari Tiongkok dengan kebutuhan pasar di negara-negara ASEAN.

Bagi buyers Indonesia dan Asia Tenggara, pameran ini menawarkan akses ke produk dan solusi bakery asal Tiongkok dalam satu platform. Sementara bagi perusahaan Tiongkok, Bakery ASEAN menjadi sarana untuk memasuki pasar lokal dan terhubung langsung dengan distributor, jaringan bakery, serta kanal foodservice.

Penyelenggaraan perdana Bakery ASEAN 2026 menjadi titik awal perjalanan baru Bakery China untuk memperluas perannya dari pusat industri bakery global menjadi salah satu penggerak pengembangan industri bakery di Asia Tenggara. Ke depan, Bakery ASEAN akan terus memperkuat kehadirannya di kawasan guna membuka kerja sama yang lebih erat dan menciptakan peluang pertumbuhan bersama bagi industri bakery Tiongkok dan ASEAN.

© 2026 micehub.id All rights reserved.